Prihatin Sering Dengar Kata Kotor, Penjaga Warnet Ini Membuat Peraturan yang Bisa Nyentil Para Bocah
![]() |
| Prihatin Sering Dengar Kata Kotor, Penjaga Warnet Ini Membuat Peraturan yang Bisa Nyentil Para Bocah |
TIPS KESEHARIAN
Sekarang bukan zamannya lagi lompat tali, petak umpet, kejar-kejaran. Bagi anak muda zaman sekarang itu sudah “Jadul banget” begitu mereka menyebutnya. Yang ada DOTA, PES, PB dan segala macam permainan yang sering bikin orang tua kepleset mulutnya saat menyebutkannya. Memang benar sih, namanya juga kemajuan zaman seharusnya mau tidak mau kita juga mesti mengikutinya. Kalau tidak bisa, paling gak, pahamlah dengan permainan-permainan yang sering digandrungi anak muda zaman sekarang itu.BERITA UNIK
INFO MENARIKMasih soal permainan anak muda yang lagi trend, ternyata kalau diamati secara seksama, tidak selamanya permainan di warnet dan di handphone itu selalu membawa dampak baik bagi anak-anak. Memang sih, dengan adanya permainan seperti itu kita jadi leluasa mengamati sang anak karena lebih sering di rumah. Tapi, apa kita paham dengan percakapan saat anak-anak itu sedang melakukan game?
Kebanyakan yang terjadi sih, anak-anak lebih sering mendengar dan mengatakan kata kotor semenjak bermain game. Mulai dari hewan berkaki empat yang sering menggonggong, hingga alat organ vital manusia, sudah dengan fasih mereka lontarkan. Kalau ibaratkan ilmu tajwid, pelafalannya sudah benar sempurna.
Berasal dari keresahan tersebut, seorang penjaga warnet membuat sebuah peraturan yang lumayan bisa menyentil bocah-bocah yang sering berkata kotor tersebut. “Bagi yang ketahuan berkata kotor, akan dipotong waktunya 10 menit”.
Sederhana memang, namun besar dampaknya.
Bayangkan saja kalau kata tersebut selalu saja dilontarkan tiap hari, yang ada bukan lagi menjadi sebuah umpatan mungkin malah hal yang biasa untuk diucapkan. Apalagi kalau didengar oleh anak-anak yang baru mengenal warnet, bisa teracuni pula itu kepalanya.
Menyelamatkan generasi muda itu penting, meskipun dimulai dari hal sepele seperti yang dilakukan penjaga warnet di atas. Jadi teringat kata filsafah kuno “Perkataan yang baik tidak akan muncul pada jiwa yang kotor, layaknya benih tidak akan tumbuh pada tanah yang gersang.” Kalau begini jadi sadar bukan kualitas jiwa kita kalau sering berkata kotor.





Post a Comment