Ugh, Kamu Pasti Ogah Makan Makanan Ini Setelah Tahu Bahan Utamanya
![]() |
| Ugh, Kamu Pasti Ogah Makan Makanan Ini Setelah Tahu Bahan Utamanya |
Terlebih lagi, makin kesini makanan yang ada di sekitaran kita juga beraneka ragam. Tetapi mengerikan juga nggak sih kalau ternyata makanan yang kita anggap itu enak dan aman bagi kesehatan faktanya malah mengandung bahan-bahan yang tidak sepantasnya ada pada makanan. Makanan apa sajakah itu? Yuk simak, nggak pengen kan tubuhmu kemasukan bahan-bahan seperti ini? TIPS KESEHARIAN
Marshmallow. BERITA UNIK
Tidak kaget lagi kalau seorang vegetarian atau seseorang yang sedang melakukan diet pasti akan menghindari untuk mengkonsumsi marshmallow. Mereka bukanlah makanan yang berasal dari hewan ataupun susu, namun terdapat bahan penyusun dari marshmallow yang berkaitan dengan hewan yaitu gelatin. Sebenarnya tidak ada yang terdengar aneh dan menjijikkan. Hanya saja tidak semua orang tahu tentang darimana asal gelatin tersebut.
Banyak rumor beredar bahwa gelatin terbuat dari kuku kuda atau sapi, namun itu tidaklah benar. Tetapi ternyata gelatin didapatkan dari proses perebusan kulit dan tulang binatang (biasanya babi atau sapi),namun terkadang kita juga tidak bisa mengetahui dan susah membedakan bagaimana gelatin yang berasal dari sapi ataupun babi.
Dan mungkin bagi sebagian orang kandungan tersebut tidak lazim untuk dimakan. Nggak nyangka, kan? Makanan selembut marshmallow terbuat dari bahan yang demikian?
Keju Parut.
Seperti asumsi kebanyakan orang bahwa pada dasarnya semua keju dalam berbagai bentuk (lembarang, parutan, atau bubuk) adalah makanan yang memiliki bahan penyusun yang sama. Namun, ternyata salah. Keju parut memiliki kandungan bahan yang tidak pantas untuk dimakan, yaitu bubur kayu atau wood pulp.
Mungkin kita tidak akan menemukan kandungan bahan tersebut di kemasan keju parut tersebut. Namun kebanyakan mereka akan menuliskan kandungan selulosa dimana selulosa tersebut bertujuan untuk menurunkan kadar lemak, menambahkan serat, dan menstabilkan makanan. Namun industri makanan kini mulai beralih menggunakan bubur kayu sebagai pengganti selulosa karena bubur kayu memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dari selulosa serta harganya pun jauh lebih murah. Jadi, lebih berhati-hati lagi bagi pecinta keju!
Jelly Beans.
Apakah pasti tidak akan mempercayai hal ini, namun beginilah faktanya. Dibalik mengkilatnya dan kenyalnya jelly beans terdapat bahan yang akan membuat terkejut. Mengapa jelly beans mengkilat? Karena tersusun dari suatu cairan atau lendir yang istilahnya adalahlac bug secresions di mana cairan tersebut berasal dari resin yang disekresikan oleh lac bug (semacam serangga) betina, setelah meminum getah pohon. Habitat dari serangga tersebut adalah di hutan. Padahal cairan tersebut biasanya digunakan sebagai bahan campuran penghias kuku dan pembersih lantai.
Nggak nyangka juga ya? Dibalik warnanya yang lucu dan manis sekali rasanya ternyata terdapat fakta demikian. Masih mau mengkonsumsi jelly beans?
Daging giling.
Pernahkah kalian mendengar kata slime? Semacam mainan yang sedang marak digunakan oleh anak-anak saat ini. Tahukah kalian bahwa 70% supermarket di dunia menggunakan pink slime sebagai campuran untuk daging giling yang dijualnya. Maka pantas saja jika sebagian besar supermarket harga daging giling dijual dengan harga yang lebih murah. Jadi pink slime tersebut digunakan sebagai campuran daging giling agar dapat menjual daging tersebut dengan harga yang dapat dijangkau banyak kalangan serta memberikan tekstur yang lembut pada daging giling.
Dan juga pink slime ini biasanya menjadi bahan campuran makanan anjing. Kalian juga pasti tidak akan menemukan nama pink slime dalam kemasan daging giling karena pasti mereka akan menuliskan lean finely textured beef atau LFTB (daging sapi bertekstur halus).
Pewarna merah pada makanan.
Kalian patut mencurigai beberapa makanan yang memiliki warna merah yang tidak natural (terlalu mencolok dan terlihat menggiurkan pandangan). Hampir sebagian besar pewarna makanan adalah berasal dari serangga, lebih tepatnya bernama Cochineal. Dan ini sudah digunakan dari berabad-abad lamanya. Bahan dasar ini biasanya tertulis dengan nama carmine atau carminic (asam karat) pada kemasannya.
Untuk membuat pewarna makanan merah ini, produsen biasanya mengeringkan serangga Cochineal hingga benar-benar kering dan kemudian menumbuk atau menggilingnya hingga jadi menjadi bubuk. Serbuk dari serangga tadi akan berubah warna menjadi merah terang apabila dicampurkan dengan air. Menggelikan bukan? Jadi hati-hati sebelum membeli pewarna makanan, tidak ingin ada serangga masuk ke dalam tubuh kita kan?
Permen karet.
Benda ini sangatlah enak untuk dikunyah, karena rasanya yang kenyal dan awet di mulut sehingga banyak orang yang memiliki kebiasaan mengunyah permen karet terlebih lagi anak kecil. Tapi tahukah kalian jika permen karet memiliki kandungan yang berasal dari kulit domba? Yap, sekresi dari kelenjar sebaceous pada kulit domba. Atau biasa disebutnya dengan lanolin. Hal itu bertujuan untuk membuat si permen karet menjadi kenyal. Padahal biasanya lanolin ini sering ditemukan pada produk perawatan kulit untuk membuat kulit lebih kencang.
Roti.
Bagaimana jika kalian menemui rambut pada makanan kalian? Pasti jijik dan nafsu makan menghilang bukan? Tanpa kalian sadari, roti memiliki kandungan tambahan yang biasanya disebut L-cystein. Dimana kandungan tersebut diolah dari bahan salah satunya adalah rambut manusia. L-cystein sendiri digunakan untuk menambah umur dari roti tersebut Untuk menghindari hal tersebut, sarannya sih beli saja roti yang memang fresh from the oven dari toko roti dan hindari pembelian roti yang sudah tersimpan dalam waktu cukup lama.









Post a Comment